“Apakah kelas adalah subjek yang homogen?”; “bukankah dalam kelas juga melekat identitas?”; “jika begitu adanya, bukankah kategori kelas setara dengan kategori identitas?”.
Kali ini, kita akan mendiskusikan poin yang cukup membingungkan, dan karena itu sering membuat kita keliru dalam memutuskan kebijakan politik tertentu, yakni Identitas dalam Kelas. Sederhananya, di dalam kelas sosial tertentu, katakanlah kelas proletariat atau kelas buruh, melekat pada diri anggotanya identitas tertentu, seperti agama, ras, bahasa, gender, suku-bangsa, dan warna kulit. Kita katakan ia adalah bagian dari kelas buruh yang, misalnya, beragama Islam, bersuku Jawa, berkulit sawo-matang, dst, dst. Baca Selanjutnya
Membaca Nahdlatul Ulama Abad Kedua: Fenomena Gus-Gusan Viral dan Agenda
Kekuasaan
-
Belakangan sudah tidak asing kita jumpai komentar-komentar negatif di
internet terkait organisasi terbesar Nahdlatul Ulama (NU), apalagi
komentar-komenta...
3 minggu yang lalu