”Bunda, aku lapar,” rengek Melati.
Bundanya yang sedang bergelung di bawah kain lusuh di pinggir
jembatan layang Cawang berbalik menatapnya. “Melati lapar, Nak? Sabar,
ya… Sebentar lagi Bapak pulang. Mungkin ada sedikit makanan yang bisa
kau makan. Sekarang kita hitung bintang aja, supaya laparmu sedikit
berkurang.” Baca Selanjutnya
Tanah, Masyarakat, dan Diri: Refleksi Mengenai Kisruh Rencana Taman
Nasional Pegunungan Meratus
-
Rencana pemerintah pusat untuk menjadikan Pegunungan Meratus sebagai Taman
Nasional telah memicu perlawanan dari masyarakat setempat. Masyarakat
Meratus ...
1 minggu yang lalu