”Bunda, aku lapar,” rengek Melati.
Bundanya yang sedang bergelung di bawah kain lusuh di pinggir
jembatan layang Cawang berbalik menatapnya. “Melati lapar, Nak? Sabar,
ya… Sebentar lagi Bapak pulang. Mungkin ada sedikit makanan yang bisa
kau makan. Sekarang kita hitung bintang aja, supaya laparmu sedikit
berkurang.” Baca Selanjutnya
Membaca Nahdlatul Ulama Abad Kedua: Fenomena Gus-Gusan Viral dan Agenda
Kekuasaan
-
Belakangan sudah tidak asing kita jumpai komentar-komentar negatif di
internet terkait organisasi terbesar Nahdlatul Ulama (NU), apalagi
komentar-komenta...
3 minggu yang lalu