”Bunda, aku lapar,” rengek Melati.
Bundanya yang sedang bergelung di bawah kain lusuh di pinggir
jembatan layang Cawang berbalik menatapnya. “Melati lapar, Nak? Sabar,
ya… Sebentar lagi Bapak pulang. Mungkin ada sedikit makanan yang bisa
kau makan. Sekarang kita hitung bintang aja, supaya laparmu sedikit
berkurang.” Baca Selanjutnya
Kedaulatan dan Solidaritas: Hak Iran Melawan Imperialisme Amerika Serikat
-
Mari kita lihat apa yang terjadi di Iran. Kami sedang dibom. Mereka
membunuh kami. Mereka membunuh anak-anak laki-laki kami, putri-putri kami,
saudara la...
1 hari yang lalu