Pengantar Katrin Bandel
Bagi saya, salah satu unsur terpenting dalam penulisan esei adalah memposisikan diri. Memposisikan diri bisa dimaknai sebagai “berpendapat”, dalam arti mengekspresikan pandangan atau penilaian mengenai permasalahan tertentu. Namun dalam perkembangannya, khususnya dalam jangka waktu tujuh tahun yang terdokumentasikan dalam kumpulan esei ini, usaha memposisikan diri juga semakin sering dan semakin eksplisit saya kaitkan dengan peta relasi kekuasaan global dan posisi saya sendiri di dalamnya. Sebagai perempuan berkulit putih asal Eropa yang menulis dalam bahasa Indonesia, di manakah saya berdiri? Lihat Selengkapnya
Tanah, Masyarakat, dan Diri: Refleksi Mengenai Kisruh Rencana Taman
Nasional Pegunungan Meratus
-
Rencana pemerintah pusat untuk menjadikan Pegunungan Meratus sebagai Taman
Nasional telah memicu perlawanan dari masyarakat setempat. Masyarakat
Meratus ...
1 minggu yang lalu